Assalamulaikum Wr. Wb
''Tidak ada keraguan maupun kebimbangan sedikitpun, bahwa sebab terbesar yang darinya lahir keyakinan (yang melampaui batas) ini kepada mayid adalah apa yang senantiasa dihiasi setan di hadapan manusia berupa meninggikan kuburan, memolesinya dengan polesan, menghiasinya dengan perhiasan yang paling mahal dan memperbagusnya dengan sebagus bagusnya. Karena orang yang jahil (bodoh terhadap ajaran Islam), jika pandangan matanya jatuh pada suatu kuburan dari kuburan-kuburan yang diatasnya telah dibangun sebuah kubah, kemudiam orang tadi memasukinya dan melihat diatas kuburan ada sebuah penutup yang sangat menarik, penerangan yang berkilauan dan dikelilingi batu-batu permata yang bagus, maka tidak ada keraguan maupun kebimbangan sedikitpun, pasti hatinya akan dipenuhi perasaan mengagungkan terhadap kuburan tersebut dan pikirannya tidak cukup lagi untuk menggambarkan kedudukan apa yang dimiliki mayit ini. Rasa takjub dan hormat juga merasuk ke dalam hatinya berupa keyakinan-keyakinan setan yang mana itu merupakan sebesar-besar tipu daya setan kepada kaum Muslimin, serta merupakan sarana yang kuat dalam menyesatkan para hamba dan termasuk sesuatu yang bisa mengguncangkanya (keluar) dari Islam sedikit demi sedikit.
Hingga akhirnya, dia meminta kepada penghuni kuburan tersebut suatu permintaan yang tidak ada yang mampu melakukannya, kecuali hanya Allah. Lalu, dia menjadi golongan orang orang musyrik. Dan terkadang terjadi kesyirikan pada dirinya saat pandangan pertama terhadap kuburan tersebut yang sifatnya sudah seperti itu (megahnya), begitu juga kadang terjadi ketika pertama kali ziarah. Karena tidak dapat dipungkiri lagi akan terlintas dalam benaknya, bahwa perhatian yang demikian besarnya dari orang orang yang hidup kepada mayit tersebut tidaklah terjadi, kecuali karena ada suatu faedah yang mereka harapkan darinya (dari mayit tersebut); adakalanya faedah yang bersifat duniawi, maupun akhirat. Kemudian, dia (orang yang tidak mengerti ajaran Islam tadi). Menganggap rendah dirinya dibandingkan dengan yang dia lihat dari orang orang yang (penampilannya) seperti ulama (akan tetapi, bukan ulama) yang mengunjungi kuburan megah tersebut, ber-i'tikaf (berdiam diri) di sekitarnya dan mengusap usap bagian bagian kuburan tersebut.''(AHAMMIYATU TAUHID AL ULUHIYAH, SYAIKH ABDUL MUHSIN BIN HAMD AL 'ABBAD AL BADRY, HAL. 60-61)
Sumber : http://arief-al-hafids.heck.in/bahaya-mengagungkan-kuburan.xhtml
Wassalamualaikum Wr. Wb
0 comments:
Post a Comment